REMAJA PETANI: Pendampingan Pastoral Bagi Remaja yang Putus Sekolah dalam Konteks Jemaat Pedesaan Agraris
DOI:
https://doi.org/10.70420/theosebia.v2i3.146Kata Kunci:
Pendampingan Pastoral, Remaja Putus Sekolah, Komunitas Agraris, Pelayanan HolistikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendampingan pastoral bagi remaja putus sekolah yang bekerja sebagai petani dalam konteks Jemaat GMIM Zaitun Taraitak. Remaja yang mengalami putus sekolah menghadapi persoalan multidimensional, baik spiritual, emosional, intelektual, maupun sosial, yang seringkali tidak dijangkau oleh pelayanan pastoral gereja. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi gereja dalam mengembangkan strategi pelayanan yang inklusif dan relevan dengan konteks jemaat pedesaan agraris. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan observasi lapangan, wawancara dengan penatua, diaken, dan jemaat, serta analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya perhatian pastoral dari gereja membuat remaja putus sekolah merasa terpinggirkan dari komunitas iman, kehilangan kesempatan untuk bertumbuh dalam iman, serta mengalami keterbatasan intelektual dan emosional. Analisis berdasarkan teori pastoral holistik Howard Clinebell mengungkap adanya kesenjangan signifikan dalam pelayanan, khususnya dalam dimensi spiritual, emosional, dan intelektual remaja. Kesimpulannya, gereja perlu mengembangkan program pendampingan pastoral yang empatik, holistik, dan kontekstual, dengan melibatkan seluruh komponen jemaat serta membangun kolaborasi lintas sektor, sehingga remaja putus sekolah dapat dipulihkan, menemukan arah hidup, dan berkontribusi positif bagi gereja serta masyarakat.
Unduhan
Referensi
Anpersya, F. O., dan Wirdanengsih, W. (2020). “Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan dalam Keluarga Petani yang Memiliki Anak Putus Sekolah Tingkat SLTP di Jorong IV Rotan Getah.” Jurnal Perspektif. Vol. 3. No. 3, hh. 528-534.
BPMS GMIM. (2021). “Tata Gereja GMIM 2021.” Tomohon: BPMS GMIM.
Bungin, B. (2011). “Metode Penelitian Kualitatif.” Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Clinebell, H. J. (1996). “Well Being: A Personal Plan for Exploring and Enriching the Seven Dimensions of Life: Mind, Body, Spirit, Love, Work, Play, the Earth.” Quezon City: Kadena Books.
Clinebell, H., dan McKeever, B. C. (2011). “Basic Types of Pastoral Care & Counseling: Resources for the Ministry of Healing and Growth.” Abingdon Press.
Daniel. (2023). “Studi Fenomenologi: Peranan Pendidikan Agama Kristen bagi Remaja Putus Sekolah sebagai Upaya Modernisasi Desa Makkaliki.” ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. 3. No.1, hh. 84-95.
Miles, M. B., dan Huberman, A. M. (1994). “Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook.” Thousand Oaks: SAGE Publications.
Nugroho, F. J. (2017). “Pendampingan Pastoral Holistik: Sebuah Usulan Konseptual Pembinaan Warga Gereja.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat. Vol. 01. No. 02, hh. 139-154.
Octavia, S. A. (2020). “Motivasi Belajar dalam Perkembangan Remaja.” Yogyakarta: Deepublish.
Rosyida, D. A. C. (2019). “Buku Ajar Kebidanan Psikologi Ibu dan Anak.” Bandung: Refika Aditama.
Ruimassa, A. A., dan Parera, L. (2023). “Pelaksanaan Tindak Penggembalaan bagi Pelayan Khusus Gereja Protestan Maluku Ditinjau dari Perspektif Konseling Pastoral.” KAMBOTI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. Vol. 04. No. 01, hh. 68-78.
Sihotang, E. (2021). “Pendampingan (Konseling) Pastoral kepada Orang yang Sulit Mengampuni.” Jurnal DIAKONIA. Vol 01. No. 01, hh. 50-63.
Siyoto, S., dan Sodik, M. A. (2015). “Dasar Metodologi Penelitian.” Karanganyar: Literasi Media Publishing.
Susabda, Y. (2011). “Pastoral Konseling: Teori dan Praktik.” Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Tamba, E. M., Krisnani, H., dan Gutama, A. S. (2014). “Pelayanan Sosial Bagi Remaja Putus Sekolah.” Share: Social Work Journal. Vol. 4. No. 2, hh. 160-165.
Waruwu, J., dan Marbun, R. C. (2025). “Pendampingan Pastoral Konseling Kepada Anak Putus Sekolah dengan Pendekatan Client-Centered (Berpusat Pada Klien) dan Rasional Emotif Behavior Therapy (Terapi Perilaku Rasional-Emotif) Agar Percaya Diri.” Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen. Vol. 2. No. 1, hh. 92-107.
Willis, S. S. (2008). “Remaja & Masalahnya: Mengupas Berbagai Bentuk Kenakalan Remaja Seperti Narkoba, Free Sex dan Pemecahannya.” Bandung: Alfabeta.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Vionika Wuon, Marhaeni L. Mawuntu, Maria E. Tulangow (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







