Misi Kristen dalam Melestarikan dan Memanfaatkan Budaya Mapalus sebagai Sarana Moderasi Beragama di Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.70420/theosebia.v1i2.62Keywords:
Budaya Mapalus, Generasi Muda, Misi Kristen, Moderasi BeragamaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi misi yang efektif dalam integrasi teologi dan budaya Minahasa untuk melestarikan dan memanfaatkan budaya Mapalus sebagai sarana moderasi beragama di Minahasa, Sulawesi Utara. Penelitian ini diharapkan dapat membangun pemahaman dan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya Mapalus, meningkatkan akses terhadap informasi dan edukasi tentang budaya Mapalus, melibatkan generasi muda dalam kegiatan pelestarian budaya, dan mengembangkan potensi budaya Mapalus sebagai sarana moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan laporan penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian ini menemukan bahwa budaya Mapalus, yang merupakan warisan budaya masyarakat Minahasa, mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, persaudaraan, dan kerja sama. Misi Kristen memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya Mapalus dengan menanamkan nilai-nilai Kristiani yang sejalan dengan nilai-nilai budaya Mapalus, seperti kasih, persaudaraan, dan pengabdian. Budaya Mapalus juga memiliki hubungan erat dengan konsep moderasi beragama, karena keduanya menekankan pada nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya Mapalus, karena mereka merupakan penerus nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi misi yang efektif untuk melestarikan budaya Mapalus sebagai bagian integral dari moderasi beragama dapat dibangun melalui program edukasi yang menarik bagi generasi muda, peningkatan akses terhadap informasi tentang budaya Mapalus, dan keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan pelestarian budaya. Budaya Mapalus dapat menjadi pondasi bagi pembangunan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Downloads
References
Ayuni, P., Dewi, S. I. dan Rinata, A. R. (2022). “Peran Generasi Muda Dalam Pelestarian Budaya Ritual Nggua Bapu: Kede Kole Suku Lio.” (Malang: Repositor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unversitas Tribhuwana Tunggadewi Malang).
Chai, A., Pratama J, dan Syahputra B. (2024). “Perancangan media informasi pengenalan budaya kelenteng berbasis video dokumenter terhadap Gen-Z di Batam.” INFOTECH: Jurnal Informatika & Teknologi. Vol. 5. No. 2, hh. 292-300.
Davidson, J. S., Henley, D. dan Moniaga, S. (2010). “Adat dalam Politik Indonesia.” (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia).
Kumowal, R. L. (2024). "Moderasi Beragama Sebagai Tanggapan Disrupsi Era Digital." DA'AT: Jurnal Teologi Kristen. Vol. 5. No. 2, hh. 126-150.
Onsu, A. V., Ruru, J. M., dan Londa, V. Y. (2020). “Budaya Organisasi Mapalus Dalam Aktivitas Sosial Masyarakat Di Desa Ranolambot Kecamatan Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa.” Jurnal Administrasi Publik. Vol. 6. No. 96, hh. 24-30.
Pangalila, T. dan Mantiri, J. (2020). “Memahami Toleransi di Tengah Keberangaman Masyarakat.” (Bandung: CV Buku Langka Indonesia).
Safira, F. N. “Pentingnya Melestarikan Budaya Lokal.” UIN Walisongo.
Saidah, K., Aka, K. A., dan Damariswara, R. (2020). “Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dan Implementasinya Dalam Pendidikan Sekolah Dasar.” (Banyuwangi: LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng).
Setiawan, D., et al. (2022). “Pendidikan Kewarganegaraan: Persepektif Kearifan Loka Berwawasan Global.” (Deli Serdang: Format Publishing).
Siswadi, G. A, Candrawan, I. B. G, dan Puspadewi, I. D. A. (2024). "Membangun nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat plural: Sebuah pendekatan filsafat agama." Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu. Vol. 29. No. 2, hh. 1-13.
Siregar, A., et al. (2024). "Pengaruh Globalisasi terhadap Identitas Budaya Lokal." Jurnal Intelek Insan Cendikia. Vol. 1. No. 8, hh. 4142-4151.
Suaidi. (2024). “Resolusi Konflik dalam Islamic Studies: Perspektif Harmonisasi Antar Umat Beragama Richard C. Martin.” Living Islam: Journal of Islamic Discourse, Vol. 7. No. 1, 2024, hh 397-416.
Suradi, A. (2018). "Pendidikan Berbasis Multikultural dalam Pelestarian Kebudayaan Lokal Nusantara di Era Globalisasi." Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam Dan Sosial. Vol. 5. No. 1, hh. 111-130.
Wulandari, D. (2024). “Implementasi Program Pemajuan Kebudayaan Desa: Tinjauan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 9, No. 1, hh. 20-34.
Widiyanto, D., et al. (2024). "Kearifan Lokal dan Pancasila: Strategi Penguatan Nilai Kebangsaan dalam Pendidikan." (Surabaya: PT. Cakrawala Candradimuka Literasi).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Toar Immanuel Putra Kaunang , Aza Yeusy Parauba , Erika Mirsa Maradesa , Rosmey Larungkondo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







