Sosial-Budaya Teologi Asia dan Relevansinya Bagi Pendidikan Agama Kristen di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.70420/theosebia.v3i1.201Kata Kunci:
Pendidikan Agama Kristen, Pembelajaran Kontekstual, Budaya Lokal, Inkulturasi, Teologi AsiaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai misi Kristen awal di Asia, seperti inkulturasi, dialog antarbudaya dan menganalisis urgensi Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang kontekstual dan transformatif dalam menghadapi realitas pluralitas dan dinamika pendidikan di Indonesia. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan model pembelajaran PAK yang lebih relevan dengan kehidupan peserta didik dan kebutuhan gereja masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai kajian akademik terkait pembelajaran kontekstual, inkulturasi iman, dialog budaya, serta profesionalitas guru PAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kontekstual dalam PAK mampu meningkatkan pemahaman iman, keterlibatan belajar, serta integrasi nilai-nilai Kristen dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Selain itu, integrasi budaya lokal, penggunaan metode partisipatif, serta evaluasi berbasis transformasi sosial menjadi elemen penting dalam memperkuat relevansi PAK di tengah pluralitas dan era digital. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PAK harus bergerak dari sekadar transfer pengetahuan menuju pembentukan iman yang otentik, reflektif, dan berdampak sosial melalui penguatan kapasitas guru serta desain pembelajaran yang adaptif terhadap konteks lokal dan tantangan zaman. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum PAK berlandaskan dialog budaya, partisipasi aktif peserta didik, dan kolaborasi dengan komunitas lokal sebagai wujud nyata pendidikan iman yang hidup dan transformatif.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Hizkia Septiniel Sutanto (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







