Teologi Praksis: Pelayanan Pastoral Gereja kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)
DOI:
https://doi.org/10.70420/theosebia.v3i1.215Kata Kunci:
Pelayanan Pastoral, ODGJ, Teologi Praksis, Gereja, Kesehatan MentalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan implementasi pelayanan pastoral gereja kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang dalam perspektif teologi praksis. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana gereja menghadirkan iman Kristen secara nyata melalui pendampingan rohani yang holistik, inklusif, dan kontekstual. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teologis dan praktis bagi gereja dalam mengembangkan pelayanan pastoral yang berpihak pada kelompok rentan serta memperkaya kajian teologi praksis dalam konteks kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan tenaga medis dan pihak yang terlibat dalam pendampingan pasien ODGJ di RSJ Ratumbuysang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral berupa ibadah, doa, dan kehadiran gereja memberikan dampak positif terhadap penguatan batin, pemeliharaan iman, dan pengharapan pasien ODGJ. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan gereja, khususnya dari denominasi besar, masih belum konsisten dan berkelanjutan. Kesimpulannya, pelayanan pastoral kepada ODGJ perlu dipahami sebagai bagian integral dari misi gereja yang menuntut kehadiran nyata, empatik, dan berkesinambungan, sehingga gereja sungguh-sungguh menjadi sarana kasih Kristus yang memulihkan martabat dan menghadirkan pengharapan di tengah luka jiwa manusia.
Unduhan
Referensi
Bedi, Y. A. T. (2022). “Solidaritas Orang Samaria dalam Injil Lukas 10: 25-37 dan Relevansinya bagi Karya Pastoral untuk Para Disabilitas Mental dan ODGJ di Panti Rehabilitasi Santa Dymphna, Wairklau, Maumere.” (Diss. IFTK Ledalero).
Cahyani, A. (2024). “Upaya Pemerintah Desa dalam Mengurangi Stigma Sosial Melalui Pemberdayaan Orang Dalam Gangguan Jiwa Di Desa Ngunut.” (Diss. Universitas Muhammadiyah Ponorogo).
Cantika, P., & Nadhirah, Y. F. (2025). “Pemulihan ODGJ Skizofrenia melalui Pendekatan Bio-Psiko-Sosial dan Spiritualitas: Studi Kasus.” Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam 7.2, 137-150.
Hall, D. J. (2003). “The Cross in Our Context: Jesus and the Suffering World.” Minneapolis: Fortress Press.
Handayani, T., Ayubi, D., & Anshari, D. (2020). “Literasi Kesehatan Mental Orang Dewasa dan Penggunaan Pelayanan Kesehatan Mental.” Perilaku Dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior 2.1, 9-17.
Hutahaean, W. S. (2021). “Kepemimpinan Pastoral.” Malang: Ahlimedia Press.
Indratno, Y. T. A., & Ekoprodjo, H. S. (2024). “Pendampingan Pastoral Dalam Melayani Pemulihan Orang dalam Gangguan Jiwa Tanpa Obat Berbahan Kimia.” KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1.2, 131-144.
Kemenkes RI. (2018). “Laporan Nasional RISKESDAS 2018.” (Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2018), hh. 223-235.
Liska, L., & Risal, N. T. P. (2025). “Pendekatan Pastoral Konseling Untuk Membangun Ketahanan Mental Dalam Masa Krisis Berdasarkan Ajaran Yesaya 41: 10.” HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis 3.5, 1282-1306.
Lukitasari, E. (2019). “Pengaruh Stigma Keluarga Terhadap Stress Keluarga Pada Keluarga Penderita Skizofrenia Wilayah Kabupaten Ponorogo di Puskesmas Pembantu Paringan Kabupaten Ponorogo.” (Diss. Universitas Muhammadiyah Ponorogo).
Montang, R. D. (2023). “Doktrin Tentang Allah (Teologi Proper).” Gowa: CV. Ruang Tentor.
Semit, M. E., et al. (2024). “Refleksi Teologis Praksis Pelayanan Katekese Kaum Religius Bagi Umat Kristiani dan Tantangannya.” Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katekese dan Pastoral 3.1, 161-175.
Sinaga, B. A. (2024). “Ketika Sesuap Nasi Menjadi Harapan (Kepedulian Yang Memenuhi Panggilan Kristus dan Relevansinya Bagi Pelayan Gereja Masa Kini).” Jogjakarta: PENERBIT KBM INDONESIA.
Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2015). “Dasar Metodologi Penelitian.” Sleman: Literasi Media Publishing.
Sullivan, W. P. (2009). “Spirituality: A road to mental health or mental illness.” Journal of Religion & Spirituality in Social Work: Social Thought 28.1-2, 84-98.
Suoth, V. N. (2024). “Misi, Pendidikan dan Transformasi Sosial: Pelayanan Holistik Gereja.” Tomohon: Gema Edukasi Mandiri.
Tandi, E. O. (2024). “Imago Dei dalam Orang dengan Gangguan Jiwa: Analisis Teologis terhadap Ableisme pada Orang dengan Gangguan Jiwa dalam Pelayanan di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Orong Klasis Ulusalu.” (Diss. Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja).
WHO. “Mental health.” Akses Online: https://www.who.int/health-topics/mental-health#tab=tab_2.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Niken Serenty Naray, Denny Tarumingi, Evi S Tumiwa (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







